Skip to main content
x
Daerah
Presiden Agency for the Valorization og the Agricultural Products (AVPA) Perancis, Philip Juglar, melihat secara langsung pohon tanaman kopi Arabika Bourbon peninggalan bangsa Belanda di Desa Air Lang, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong belum lama ini. (Dok. Disnakkan RL)

Wow! Kopi Peninggalan Bangsa Belanda ini Masih Ada di Rejang Lebong

Dutawarta.com - Dalam salah satu literatur, kopi arabika Bourbon merupakan varietas yang memegang peranan penting bagi perkembangan varietas kopi di dunia. Jenis ini dipercaya merupakan biji utama yang diambil langsung dari Ethiopia dan dibawa oleh orang-orang Arab ke Yaman.

Varietas ini lahir dari arabika yang dibawa oleh orang Perancis dari Yaman, kemudian ditanam di Pulau Bourbon (sekarang bernama Pulau La Reunion, Perancis).

Seiring perjalanan waktu, sekitar tahun 1809-1927, bangsa Belanda datang ke Indonesia dan menanam kopi jenis ini di Rejang Lebong.

“Diperkirakan, karena banyaknya serangan penyakit, lantas tanaman kopi ini ditinggalkan dan mereka beralih membuka perkebunan teh maupun usaha penambangan emas,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, M.Yusuf, Minggu (3/11/2019).

Yusuf menuturkan, hingga saat ini setidaknya ada sekitar 1.000 batang tanaman kopi Bourbon di Kabupaten Rejang Lebong yang berlokasi di perkebunan warga di Desa Air Lang Kecamatan Sindang Dataran dan Desa Sindang Jati Kecamatan Sindang Kelingi.

“Nah, tanaman kopi yang ada di Desa Sindang Jati tersebut sudah berusia ratusan tahun. Dimana saat ini ukuran batang tanaman itu sudah cukup besar namun masih tetap berbuah,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, keunggulan kopi Bourbon ini masih belum banyak terungkap. “Ini justru masih menjadi misteri yang mau kita ungkap. Karena, dari sekian lama ditanam, pohonnya masih tetap berkembang dan produktif,” ungkap Yusuf.

Kalau dari Genetis, jelas Yusuf, aroma dan cita rasa dari pengelompokkan kelas kopi, kopi arabika Bourbon ini bisa diistilahkan sebagai ‘Kopinya Kopi!’

“Dan harga jualnya jauh di atas Robusta. Di kafe-kafe luar, itu harganya di atas Rp 200 hingga Rp 250 ribu per kilogram,” ujarnya. (MC)

Dibaca : 14Klik

Facebook comments